Cacar monyet sudah ditetapkan sebagai darurat kesehatan global. Sejak dilaporkan kasusnya pada Mei lalu – ditemukan di negara non-endemi, kini, sudah ada lebih dari 18 ribu kasus monkeypox ditemukan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Meski demikian, cacar monyet bukanlah penyakit baru, seperti Covid-19. Virus ini sudah menjadi epidemi di negara Afrika dan sekitarnya 1970 silam. Tetapi, gejala yang ditimbulkan moden ini, memiliki perbedaan dengan yang sebelumnya.

Dengan adanya perbedaan gejala tersebut, apakah virus monkeypox penyebab cacar monyet punya kemampuan untuk bermutasi seperti virus corona? Berikut ini ulasannya!

 

 

Cacar Monyet Mampu Bermutasi

Credit Image - health.kompas.com

Dilansir dari CNN Indonesia, menurut Dokter Penyakit Dalam di Rumah Sakit St. Carolus Salemba, Robert Sinto mengatakan bahwa mutasi pada cacar monyet hingga menghasilkan varian dan subvarian baru tentu bisa terjadi.

Bahkan, setelah tiga bulan dilaporkan telah ditemukan kurang lebih 50 ribu titik baru mutasi cacar monyet yang kemungkinan bisa berkembangan menjadi varian baru. Memang, sifat virus akan selalu berkembang dan ia akan mengikuti inangnya untuk bertahan hidup.

Selain itu, tidak pula menutup kemungkinan jika wabah cacar monyet yang saat ini terjadi disebabkan oleh mutasi baru virus monkeypox. Namun, deretan hal itu menyebut semuanya masih harus ditelusuri melalui penelitian lebih lanjut.

Cacar monyet sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus langka monkeypox. Penyakit ini memicu sejumlah gejala seperti demam hingga kemunculan ruam.

 

Bisakah Cacar Monyet Sembuh dengan Sendirinya?

Credit Image - suara.com

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa cacar monyet pertama kali teridentifikasi di manusia pada tahun 1970. Kabar baiknya, dalam kebanyakan kasus, gejala virus monkeypox dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

Meski demikian, di beberapa orang, infeksi bisa menyebabkan komplikasi medis, hingga kematian. Misalnya, bayi baru lahir, anak-anak, dan orang-orang dengan imunitas lemah berisiko mengalmai gejala yang lebih serius, hingga mengalami kematian.

Ada pun komplikasi dari monkeypox, termasuk infeksi kulit sekunder, pneumonia, kebingungan, dan masalah mata.

Dari sejarah terdahulu, sekitar 1 sampai 10 persen orang dengan cacar monyet meninggal dunia. Namun, penting untuk dicacat bahwa tingkat kematian sangat mungkin berbeda, karena faktor-faktor tertentu, seperti sulitnya akses ke fasilitas kesehatan.

 

Langkah Pencegahan yang Mesti Diterapkan

Credit Image - paho.org

Kasus cacar monyet sudah terindentifikasi di Indonesia, lantas apa yang perlu dilakukan guna menghindari infeksi virus ini? Maka, pastikan kamu terus menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh.

Berhati-hatilah ketika melakukan kontak dengan hewan – apalagi jika hewan tersebut sakit atau mati di lokasi yang ditemukan kasus virus monkeypox, hindari kontak dengan benda yang pernah terkontaminasi dengan hewan yang sakit, serta rutin mencuci tangan dengan bersih.

Selain menjaga kebersihan diri, mencegah infeksi virus penyebab penyakit juga harus dilakukan dengan mempertahankan sistem kekebalan tubuh. Ini bisa dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, dimulai dari mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan mencukupi asupan vitamin serta mineral.

Kedua nutrisi tersebut dapat kamu peroleh dari menu makanan harian – dan dilengkapi dengan mengonsumsi multivitamin dengan kandungan lengkap. Nah, kamu direkomendasikan untuk meminum multivitamin dari Enervon secara rutin, ya.

Konsumsi Enervon-C yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat yang dapat menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Kamu dapat meminum , atau Enervon-C Effervescent yang memiliki kandungan vitamin C 1000 mg.

Untukmu kaum aktif, maka direkomendasikan minum Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc untuk menjaga stamina tubuh agar tidak mudah lelah, sekaligus mengoptimalkan imunitas tubuhmu.

Dan kedua multivitamin ini pun dapat membantu mengoptimalkan proses metabolisme, sehingga asupan makanan yang kamu konsumsi bisa diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Manfaat satu ini berkat kandungan vitamin B kompleks di dalamnya.

Yuk, segera dapatkan produk Enervon pilihan kamu dengan mengunjungi official store-nya di sini, ya!

 

Virus monkeypox memiliki kemungkinan untuk bermutasi, mengingat sifat virus mengikuti inangnya. Untuk menghindari risiko infeksi virus ini, terus lakukan pencegahan!

 

 

Featured Image – jejaksulsel.com

Source – cnnindonesia.com