Pandemi yang terjadi karena sebaran virus corona atau Covid-19 saat ini adalah kondisi yang membuat banyak pola hidup manusia berubah. Misalnya, yang biasanya pegawai kantoran aktif lalu lalang di jalanan untuk mengejar waktu agar sampai kantor tepat pada jamnya – kini pemandangan itu tidak ada.

Hal ini terkait dengan diterapkan sistem work from home. Penerapan sistem ini dinilai menjadi salah satu cara yang efektif untuk menekan angka penularan virus corona. Social distancing serta physical distancing juga jadi beberapa cara yang diterapkan di berbagai negara, khususnya di Indonesia.

Bahkan, belum lama ini – Kota Jakarta akhirnya memberlakukan sistem PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang artinya banyak ekosistem yang ada di kota metropolitan ini, tidak berjalan seperti biasanya.

 

credit: pikiran-rakyat.com

Hal ini terkait dengan penggunaan transportasi yang dibatasi pergerakannya. Seperti ojek online yang dihimbau tidak mengantarkan penumpang, dan hanya bisa mengantarkan barang atau makanan saja. Hal ini jelas berdampak besar karena ojek online jadi salah satu jenis transportasi yang diandalkan.

Selain ojek online – transportasi publik seperti Transjakarta, KRL dan MRT juga mengalami perubahan besar. Tempat duduk di dalam transportasi publik tersebut sekarang dibatasi dengan tanda-tanda X. Hal ini tentu terkait dengan konsep physical distancing.

 

 

Semua perubahan yang ada tentu berdampak positif dan negatif. Namun, yang jelas dampak positif ini bisa langsung dilihat dari keadaan alam yang ada sekarang ini. Seperti yang dijelaskan di situs theconversation.com – perubahan pola hidup akibat penyebaran Covid-19 ternyata bisa bantu atasi krisis iklim.

 

Perubahan Pola Hidup Karena Penyebaran Covid-19 Bisa Bantu Atasi Krisis Iklim

Percaya atau tidak – ternyata dengan diterapkannya sistem work from home, sekolah-sekolah diliburkan, berbagai instansi harus membuat regulasi baru soal pegawainya yang bekerja dari rumah, termasuk PSBB yang sudah diterapkan ini, ternyata membawa dampak besar untuk alam.

Dampak yang besar tersebut adalah untuk alam ini. Semisalnya di kota metropolitan seperti Kota Jakarta – percaya atau tidak, tingkat polusi di kota besar ini turun sangat drastis. Hal ini tentu berkaitan dengan berkurangnya emisi gas karbondioksida yang sebelumnya menjadi momok besar juga bagi warga Jakarta.

Bahkan bukti nyatanya adalah berbagai foto-foto yang beredar di media sosial, yang menunjukan kalau kota besar ini mempunyai tingkat udara yang cukup bersih. Beberapa pegunungan yang berada di sekitaran Bogor, Jawa Barat bahkan terlihat saat pagi hari.

Pernyataan tersebut tentu berdasarkan penjelasan yang ada di situs theconversation yang menyatakan bahwa pandemi Covid-19 ini telah membuat penurunan konsumsi energi sehingga laju emisi dunia ditekan habis secara signifikan.

 

Tidak Hanya di Jakarta

Sepertinya hal ini tidak hanya terjadi di Jakarta saja tapi di berbagai tempat juga. Hal ini terkait dengan ditekannya pergerakan mereka yang suka menggunakan transportasi seperti pesawat. Sudah diketahui bersama kalau menggunakan pesawat malah membuat produktivitas karbondioksida meninggi.

 

 

Cukup menarik soal perubahan iklim yang terjadi di berbagai tempat, khususnya di Jakarta yang efeknya sangat begitu terasa. Namun, terkait dengan masih menyebarnya virus corona ini atau masih dalam masa pandemi, berbagai aturan mesti kamu taati, seperti gerakan di rumah saja.

Hal ini tentu untuk menghindarkan kamu dari potensi atau resiko terjangkit dengan virus corona atau Covid-19. Lagipula, dengan beradanya kamu di rumah, ternyata bisa membuat perubahan iklim yang begitu signifikan.

 

Feature Image – kompas.com