Tak hanya kesehatan tubuh saja, tapi selama pandemi Covid-19, kesehatan mental juga perlu dijaga. Selama pandemi, banyak orang yang merasa cemas dan khawatir berlebihan, yang dapat menyebabkan stres, anxiety, bahkan hingga depresi. Masalah kesehatan mental tersebut juga dapat mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh. Tak jarang, akhirnya daya tahan tubuh maupun sistem imun jadi menurun.

Menurut laporan yang diberikan oleh Gugus Tugas Covid-19, bahwa 20 persen masalah yang terjadi di masa pandemi, berkaitan dengan persoalan kesehatan. Sementara, 80 persen lainnya adalah masalah yang menyangkut psikologi.

Credit: telegraph.co.uk

Untuk itu, kabar baiknya saat ini pemerintah sudah menyediakan layanan konsultasi psikologi untuk masyarakat selama masa pandemi Covid-19, yang diberi nama Sejiwa atau Sehat Jiwa.

Dengan demikian, jika masyarakat tak bisa menjaga psikologi mereka sendiri ada kecenderungan imunitas tubuh menurun. Akhirnya itu membuat seseorang yang terkena Covid melemah. Waspada perlu, namun takut hingga cemas dan stres jangan sampai terjadi” Kata Moeldoko, Kepala Staf Presiden RI, yang dilansir dari CNN Indonesia.

Layanan Sejiwa ini dapat diakses dengan mudah melalui hotline 119, ext. 8. Melalui hotline ini masyarakat dapat berbagi keluh kesah yang mengakibatkan stres selama pandemi corona. Dengan adanya layanan ini, masyarakat diharapkan dapat memiliki satu jiwa dan semangat yang sama untuk saling gotong royong dalam melawan pandemi. 

Credit: eventfinda.co.nz

Tak hanya berhenti sampai masalah stres atau kesehatan mental lainnya, tekanan selama pandemi juga memicu kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta berbagai kasus kekerasan lainnya, yang masih terus terjadi sampai saat ini.

Dari data LBH APIK, selama 16-30 Maret 2020 lalu, terdapat 59 kasus kekerasan, termasuk pelecehan seksual hingga pornografi yang dilakukan secara online. Dan diantara kasus kekerasan tersebut, 17 diantaranya merupakan kasus KDRT. Peningkatan tekanan sosial dan ekonomi akibat pandemi inilah yang menjadi faktor utama penyebab meningkatnya kasus KDRT, terutama pada perempuan dan anak- anak.

Namun ternyata, tidak hanya di Indonesia saja yang terdapat kasus kekerasan selama pandemi Covid-19, hal ini juga terjadi di berbagai negara lain. Termasuk Prancis, Afrika Selatan dengan 90 ribu kasus pengaduan KDRT dari masyarakatnya. Dan, Australia yang menyatakan bahwa peningkatan pencarian online terkait layanan bantuan KDRT mencapai hingga 75 persen selama pandemi.

 

Featured Image - euronews.com

Source -  cnnindonesia.com